Posted: Jumat, 26 Maret 2010 by Leo Trotoar in
0


Berputar putar matahari dan bulan,
berputar putar aku melingkari waktu.

akasia ditengah padang ilalang
ranting ranting berserakan.

Mengukir indah alur perjalanan
tak semudah memetik dedaunan.

Biru muda lalu kehitaman,
hujan mengabarkan kehidupan.

Sungai mengalirkan kembali
menuju pesisir.

Ada pelangi di atas bukit
sejumlah warna dikanvas serupa wajahnya.

Ada dinding menyentuh langit,
menusuk jauh dari alas bumi.

Asap hitam tak sengaja kuhirup dalam dalam,
ditengah hingar lengkingan baja baja.

Malam segera tiba,
dan pagi kembali jelang.

Berputar putar
dan

berputar.



* 210310

WINGS

Posted: by Leo Trotoar in
0


Kekasih

meski kita dihempas angin
dilempar kenyataan,

aku mohon

jangan kau patahkan sayapmu,
sungguh aku perlu itu,
inginku merangkul ragamu
dengan kepakkan sisa sisa sayap patahku,

menuju pelangi

singgasana kita.

melengkapi warna yang nyaris sempurna,
setelah lelah kita menunggu gerimis reda.

Basah tubuh kita menjadi bara kita berdua,
dalam tungku hangatnya cinta kita.

Kekasih

bangunlah, pagi segera tiba
saatnya bercengkrama dengan cintanya cinta

anak anak kita.


*250310

EMBUN

Posted: Rabu, 24 Maret 2010 by Leo Trotoar in
0




Daun daun digerbang pagi
menyambut kabut yang hijrah dari langit,
kuncup kuncup dibelainya, melahirkan setetes embun
diserat serat.

Mekarlah mekar bunga bunga,
riang warna warnanya.

Bulan setengah cahaya setia menanti matahari,
`tuk sejenak ditinggalkannya.

Embun mulai berjatuhan
menyapa gembur dan semak semak,

lalu menghilang dipeluk bumi
akar akar kehidupan menyerapnya menjelma tetumbuhan.

Sungai mengalirkan kejernihan menuju sampah sampah ambisi kota,
lalu kehitaman menangisi ikan ikan mati.

Esok embun datang lagi
mengukir jejak di rimba raya.

Menghilang lagi,
menghitam lagi,
tumbuh lagi,

mati lagi.

Dan

Hidup kembali.